Belajar Dari Wall-E
Nonton video bareng putera tercinta di notebook mungil Asus, Eee PC Flare Series, yang berhasil kami bangunkan dari tidur panjangnya sesudah mengalami mati suri.
Kami pilih sebuah film animasi yang dirilis sekitar tahun 2008, film dari Pixar Animation Studios ini sangat mendidik dan membawa pesan moral sekaligus peringatan yang begitu aktual ihwal ancaman sampah bagi bumi, mudahnya hidup di masa teknologi canggih, ancaman teknologi diluar kendali, persahabatan dan tekad bersama untuk mewujudkan suatu tujuan, sampai pesan ihwal pentingnya menjaga tumbuhan biar tumbuh, tetap hidup, hijau, dan menawarkan manfaat bagi kelangsungan ekosistem hayati yang hidup di bumi.
Wall-e. Ini yakni kali kedua saya menyaksikan film ini, mungkin anda pernah juga menontonnya dan ingin membuatkan kesan dan pesan anda yang belum terungkapkan sesudah menyaksikan film tersebut, untuk itu anda sanggup membuatkan melalui kolom komentar dalam artikel ini.
Ya, Wall-e yakni type robot pekerja kebersihan bertenaga surya yang diproduksi secara massal oleh perusahaan terbesar dan paling lebih banyak didominasi di dunia berjulukan BNL (Buy n Large). robot-robot ini telah diprogram untuk menjaga kebersihan dengan mengemas dan menyusun sampah. Namun banyaknya sampah yang dihasilkan oleh insan telah sangat parah sampai sampah hampir menutupi seluruh permukaan bumi, menimbulkan polusi udara dengan tingkat kontaminasi berbahaya di luar toleransi paru-paru manusia, sampai kesudahannya bumi menjadi planet mati yang ditinggalkan oleh umat insan dan nyaris tanpa kehidupan sama sekali.
![]() |
| Wall-e dengan tumbuhan yang hampir mati |
Pasca bumi ditinggalkan manusia, robot-robot ini tetap bekerja sesuai dengan kegiatan sampai mereka rusak dan berhenti berfungsi, dan hanya tersisa satu robot wall-e dengan kecerdasan mirip insan yang bisa bertahan dan menyesuaikan diri dengan kerasnya kondisi bumi dikala itu. Robot Wall-e yang satu ini juga mempunyai kebiasaan nyentrik, layaknya seorang kolektor benda antik yang berpengalaman, ia mempunyai begitu banyak koleksi benda-benda yang berasal dari sampah yang masih berfungsi dengan baik seperti; televisi, video player, sendok, bohlam lampu, sampai sparepart untuk dirinya sendiri yang berasal dari robot wall-e lainnya yang telah mati.
Singkat dongeng wali bertemu dengan robot terbaru buatan BNL yang ditugaskan untuk mencari gejala kehidupan dalam bentuk tumbuhan bumi. Berbeda jauh dengan wali yang masih memakai teknologi robotic reguler, EVE begitulah ia dipanggil, yakni type robot digital BNL dengan desain futuristik yang telah disempurnakan dan dilengkapi aneka macam kemampuan seperti; Intelegensi tinggi, Terbang dengan kecepatan supersonic, scanning object dan yang paling mengerikan yakni Laser Canon berdaya ledak tinggi!
Pertemuan kedua robot ini sangat jauh dari kesan ramah, tapi kesudahannya mereka saling mengerti apa yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan sebuah tumbuhan yang menjadi kunci kembalinya peradaban insan di planet bumi. Selama 98 menit kita akan dihadapkan pada banyak momen lucu, tegang, dan mengharukan, terlebih dikala Wall-e mengalami kerusakan fatal demi menjaga tabung Plan Extraction (Ekstraksi Tanaman) tetap terbuka, sehingga Eve dan kawan-kawannya mempunyai cukup waktu untuk menyelamatkan tumbuhan yang sudah hampir mati.
Dalam film ini, Wall-e dan Eve diasumsikan sebagai 2 teknologi lama dan terbaru yang berbeda masa namun memilki akar sejarah dan tujuan dasar yang sama, yakni bersumber dari insan dan menawarkan manfaat besar bagi manusia. Disisi lain ada Auto yang diasumsikan sebagai teknologi super canggih yang tetap mempunyai cacat (bug) pada kegiatan dan menjadikannya tidak terkendali dan justeru menjadi lawan berbahaya bagi manusia.
Konsep dongeng yang sederhana dan gampang dipahami, justeru menawarkan nilai lebih pada film ini, sebagai daftar film yang patut diputar ulang untuk pribadi, atau untuk menawarkan tontonan sehat dan mendidik bagi bawah umur kita. ■Khaerudin Noer
Pertemuan kedua robot ini sangat jauh dari kesan ramah, tapi kesudahannya mereka saling mengerti apa yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan sebuah tumbuhan yang menjadi kunci kembalinya peradaban insan di planet bumi. Selama 98 menit kita akan dihadapkan pada banyak momen lucu, tegang, dan mengharukan, terlebih dikala Wall-e mengalami kerusakan fatal demi menjaga tabung Plan Extraction (Ekstraksi Tanaman) tetap terbuka, sehingga Eve dan kawan-kawannya mempunyai cukup waktu untuk menyelamatkan tumbuhan yang sudah hampir mati.
Dalam film ini, Wall-e dan Eve diasumsikan sebagai 2 teknologi lama dan terbaru yang berbeda masa namun memilki akar sejarah dan tujuan dasar yang sama, yakni bersumber dari insan dan menawarkan manfaat besar bagi manusia. Disisi lain ada Auto yang diasumsikan sebagai teknologi super canggih yang tetap mempunyai cacat (bug) pada kegiatan dan menjadikannya tidak terkendali dan justeru menjadi lawan berbahaya bagi manusia.
Konsep dongeng yang sederhana dan gampang dipahami, justeru menawarkan nilai lebih pada film ini, sebagai daftar film yang patut diputar ulang untuk pribadi, atau untuk menawarkan tontonan sehat dan mendidik bagi bawah umur kita. ■Khaerudin Noer


Komentar
Posting Komentar